Don't miss
Tampilkan postingan dengan label Biodata Biografi Politisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biodata Biografi Politisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

Biografi Profil Hendardji Soepandji dan A Riza Patria


Terima kasih semoga Biografi Biodata dan Profil Hendardji Soepandji  dan A Riza Patria dengan
Biodata Hendardji Soepandji - Biodata A Riza Patria Mereka adalah calon gubernur jakarta 2012 untuk saat ini. dan sebagai pilihan anda sedikit mengenal dan siapa mereka berikut adalah Biografi  Hendardji Soepandji - A Riza Patria Untuk anda semoga bermanfaat

Mayor Jenderal (Purn) Hendardji Supandji
Mayjen TNI (Purn.) Drs.Hendardji Soepandji, S.H. lahir di Semarang pada 10 Februari 1952, umur 60 tahun, beliau merupakan bakal calon gubernur DKI Jakarta dari jalur perseorangan seperti pasangan Faisal-Biem. Lulusan AKABRI 1974 ini akan berpasangan dengan Ahmad Riza Patria, putra Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan.Seperti halnya Nachrowi dan Nono Sampono, hampir seluruh karir Hendardji  dihabiskan di dunia militer.
Jabatan penting yang pernah dijabat adik kandung mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji ini antara lain Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat periode 2006-2007 dan Asisten Pengamanan (Aspam) Kasad periode 2008-2010.
Jabatan lain di luar militer adalah Ketua Federasi Olahraga Karateka-do Indonesia (Forki), Presiden Karate Asia Tenggara (SEAKF), Komisaris Independen PT Cahaya Kalbar, Tbk (Wilmar International Grup), dan Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran.
Ia dikenal sebagai tentara yang lurus dan jujur. Pengabdian yang berdedikasi telah dibuktikan lulusan AKABRI 1974 ini, hingga dipercaya menjadi Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) di tahun 2006 juga Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat pada 2008.
Hendardji yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PPKK (Pusat Pengelola Komplek Kemayoran) selama lebih dari setahun, membuat konsep akan menjadikan Kemayoran sebagai kawasan Green International Business District (GIBD) seluas 454 Ha, dengan RTH 40% dan akan membangun gedung Grand Kemayoran yang mampu menampung 25.000 penonton untuk berbagai event, baik olahraga, kesenian & budaya, maupun acara-acara lainnya. Kemayoran juga akan dikembangkan sebagai Cyber City. Semasa kepemimpinannya, PPKK mengalami kenaikan pemasukan 676% yaitu dari Rp 128 milyar menjadi Rp 1 triliun.
Sebagai Ketua Umum PB FORKI (Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia, Hendardji juga dipercaya oleh WKF (World Karate Federation/ Federasi Karate Dunia) untuk menyelenggarakan WKF Premier League tiap tahun, mulai Juni 2012 yang dihadiri 80 Negara dari 186 Negara Anggota WKF di Seluruh Dunia. Event ini juga merupakan event bergengsi karena hanya 10 Negara yang diberi kesempetan untuk menggelar event tersebut, antara lain: Prancis, Itali, Jerman, Turki, Austria, Spanyol, Cina dan Indonesia.
Hendardji Soepandji juga menerima penghargaan Anugerah Olah Raga Indonesia (AORI) 2011 sebagai Pembina Terbaik. Penghargaan itu diterima Hendardji selaku Ketua Umum PB Forki yang telah sukses membawa karateka Indonesia memperoleh 10 emas pada ajang Seagames tahun lalu. Seperti diketahui jumlah medali itu melampaui target yang dipatok KONI Pusat yaitu 5 emas dan dan Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB Forki) sebanyak 7 emas.
Tujuan Hendardji maju sebagai bakal calon gubernur DKI, antara lain berharap bisa membawa tiga nilai olahraga ke dalam Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu kesempurnaan, persahabatan, dan saling menghargai.

A Riza Patria
Ir A Riza Patria, MBA, lahir di Banjarmasin, 17 Desember 1969, umur 43 tahun. Ia sangat aktif di berbagai organisasi. Di KNPI, Ariza pernah tercatat sebagai Ketua DPP KNPI 2002 � 2005 dan periode 1999 � 2002. Ia juga pernah menjabat Ketua DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta, 2002 � 2005. Pada Kongres KNPI 2008 di Bali, Ariza bertarung melawan Aziz Syamsudin (Anggota Komisi III DPR RI) dalam memperebutkan posisi Ketua Umum DPP KNPI. Sebelumnya, pada Kongres KNPI di Bekasi 2002, Ariza juga sempat bertarung pada putaran kedua, melawan Idrus Marham yang kini menjabat sebagai Sekjend Golkar.
Selain KNPI, pria yang menamatkan S1 nya di ISTN ini, banyak berkecimpung di organisasi lain. Sampai saat ini, Ariza masih tercatat sebagai Ketua Umum DPN Garda Muda Merah Putih (GMMP), dan Komandan Nasional Menwa Indonesia. Pria supel ini juga pernah tercatat sebagai pengurus DPP GEMA MKGR, Wasekjend KAHMI DKI Jakarta, Wakil Kepala Humas PBSI, Director IRInYI for Young MDGs (International Relationship of Indonesian Youth Institute for Young Millenium Development Goals), Sekjend DPP Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI), Anggota Indonesian Council of World Affair (ICWA), dan berbagai organisasi lainnya. Bakatnya di organisasi memang terlihat sejak sekolah. Mantan anggota KPU DKI Jakarta ini pernah menjadi Ketua OSIS SMA Islam Al-AZHAR Jakarta, tempatnya sekolah dulu.
Di sela kesibukannya sebagai aktifis, putra Ketua MUI, Drs. H. Amidhan ini ternyata juga menggeluti dunia bisnis. Background keilmuannya sebagai insinyur di kembangkannya dalam dunia bisnis. Direktur Utama PT. Gala Ariatama tersebut, saat ini juga tercatat sebagai pengurus KADIN Indonesia dan sempat menjadi pengurus BPD HIPMI Jaya 2001 � 2003.
Pria yang menamatkan studi magister nya di ITB Bandung ini tercatat sebagai Deklarator Ormas Nasional Demokrat DKI Jakarta, dan kini aktif di Partai Gerakan Indonesia Raya, sebagai salah satu Ketua DPP dan anggota Badan Seleksi Organisasi Partai Gerindra. Saat ini Riza masih menjabat sebagai Ketua Umum DPN Garda Muda Merah Putih (GMMP), dan Komandan Nasional Menwa Indonesia.
Dia juga pernah tercatat sebagai pengurus DPP GEMA MKGR, Wasekjend KAHMI DKI Jakarta, Wakil Kepala Humas PBSI, Director IRInYI for Young MDGs (International Relationship of Indonesian Youth Institute for Young Millenium Development Goals), Sekjend DPP Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI), dan Anggota Indonesian Council of World Affair (ICWA).
Berbekal pengalaman organisasi itulah, Riza sempat menjabat sebagai anggota KPU DKI Jakarta. Pria yang menamatkan studi magister nya di ITB Bandung ini tercatat juga sebagai Deklarator Ormas Nasional Demokrat DKI Jakarta, dan kini aktif di Partai Gerakan Indonesia Raya, sebagai salah satu Ketua DPP dan anggota Badan Seleksi Organisasi Partai Gerindra.
Kini Riza Patria berniat maju sebagai bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta dari jalur perseorangan (independen) mendampingi Mayjen TNI (Purn) Hendardji Supandji.

Sumber : http://mediaakarrumput.org dan http://kammijakarta.or.id


Read more ...

Biografi Profil Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini


Biografi Biodata dan Profil Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini pasangan cagub DKI jakarta untuk pilihan anda silahkan baca Biografi Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini dan lebih sedikit tahu siapa dia dan bagaimana perjalanan Hidupnya untuk bangsa negara Indonesia Tercinta Kita, saya ucapkan terima kasih semoga DKI jakarta mendapatkan Pemimpin yang Bisa mengatasi masalah masalah yang sudah lama di alami Ibu kota Kita yaitu Banjir mancat juga kemiskinan.

Biodata Dr. HM. Hidayat Nur Wahid, MA
Hidayat Nur Wahid dilahirkan pada 8 April 1960 M, bertepatan dengan 9 Syawal 1379 Hijriyah. Ia lahir di Dusun Kadipaten Lor, Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Anak sulung dari tujuh bersaudara ini berasal dari keluarga pemuka agama. Kakeknya dari pihak ibu adalah tokoh Muhammadiyah di Prambanan, sementara ayahnya H. Muhammad Syukri, meskipun berlatar Nahdhatul Ulama, juga merupakan pengurus Muhammadiyah. Ny. Siti Rahayu, ibunda Hidayat, adalah aktivis Aisyiyah, organisasi kewanitaan Muhammadiyah.
Ia (Hidayat Nur Wahid)politisi, ustad dan cendekiawan yang bergaya lembut serta menge-depankan moral dan dakwah. Lulusan IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta dan Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia ini mulai serius beraktivitas di Jakarta sebagai tenaga pengajar di UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah dan Universitas Islam Asy Syafiiyah. Rekan-rekan Hidayat yang semula membuat LSM, kemudian mendirikan partai. Tunduk pada keputusan musyawarah, Hidayat pun didaulat menjadi deklarator Partai Keadilan (PK).
Berawal di PK inilah Hidayat berkiprah di dunia politik yang terkenal kejam, penuh intrik dan secara salah kaprah dianggap sebagai dunia yang kotor dan menghalalkan segala cara. Namun, politik tidak mengubah prinsip hidup Hidayat yang dipegangnya sejak dari kecil. Hidayat bertekad menjadikan politik sebagai bagian dari solusi permasalahan bangsa. Bukan sebaliknya, menjadikan politik sebagai sumber masalah bagi bangsa.
Kiprah Hidayat di PK dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus menanjak. Bahkan, Hidayat pernah dua kali menjadi �Presiden�. Yakni, Presiden PK dan PKS. Hidayat juga menunjukkan prestasi yang luar biasa. Di bawah kepemimpinannya PKS telah berhasil meraih suara 7,3 persen ada Pemilu 2004.
Hidayat seorang pembelajar yang cepat. Dia belajar dengan maksimal di mana saja saat mendapatkan amanah dan tugas. Termasuk ketika terpilih sebagai Ketua MPR periode 2004-2009. Hidayat mengaku, dahulu dia tak akrab dengan Undang-Undang Dasar. Tetapi kini UUD 1945 dihafalnya luar kepalanya. Ini karena Hidayat selalu berprinsip bagaimanapun amanah yang didapat, akan dia kerjakan dengan maksimal.
Dosen Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini tidak pernah bercita-cita jadi politisi. Namun setelah memasuki kegiatan politik praktis namanya melejit, bahkan dalam berbagai poling sebelum Pemilu 2004 namanya berada di peringkat atas sebagai salah seorang calon Presiden atau Wakil Presiden. Namun dia mampu menahan diri, tidak bersedia dicalonkan dalam perebutan kursi presiden kendati PKS dengan perolehan suara 7 persen lebih dalam Pemilu Legislatif berhak mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden. Dia menyatakan akan bersedia dicalonkan jika PKS memperoleh 20 persen suara Pemilu Legislatif.
Pada Pemilu Presiden putaran pertama PKS mendukung Capres-Cawapres Amien Rais-Siswono. Lalu karena Amien-Siswono tidak lolos ke putaran kedua, PKS mendukung Capres-Cawapres Susilo BY dan Jusuf Kalla dalam Pilpres putaran kedua. Dukungan PKS ini sangat signifikan menentukan kemenangan pasangan ini.
Kemudian partai-partai pendukung SBY-Kalla plus PPP (keluar dari Koalisi Kebangsaan) yang bergabung di legislatif dengan sebutan populer Koalisi Kerakyatan mencalonkannya menjadi Ketua MPR. Hidayat Nur Wahid sebagai Calon Paket B (Koalisi Kerakyatan) ini terpilih menjadi Ketua MPR RI 2004-2009 dengan meraih 326 suara, unggul dua suara dari Sucipto Calon Paket A (Koalisi Kebangsaan) yang meraih 324 suara, dan 3 suara abstain serta 10 suara tidak sah. Pemilihan berlangsung demokratis dalam Sidang Paripurna V MPR di Gedung MPR, Senayan, Jakarta 6 Oktober 2004. Setelah terpilih menjadi Ketua MPR, dia pun mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum DPP PKS, 11 Oktober 2004. Majelis Surya DPP PKS memilih Tifatul Sembiring menggantikannya sampai akhir periode (2001-2005).
Saat ini Hidayat Nur Wahid diusung oleh PKS untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta bersama dengan Prof. Didik J Rachbini sebagai Wakilnya.

Biodata Prof. Didik J Rachbini
Didik Junaidi Rachbini adalah bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, mendampingi Hidayat Nurwahid yang diusung PKS sebagai calon gubernur DKI 2012. Kelahiran Pamekasan, Madura, 2 September 1960 ini digandeng PKS sebagai profesional, meski Didiek adalah politikus Partai Amanat Nasional (PAN). Saat ini dia menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN.
Didik bernama kecil Ahmad Junaidi, dengan panggilan Didik. Kemudian dalam ijazah SD, gurunya menulis nama Didik Junaidi Rachbini. Tidak tertulis nama Ahmad, diganti dengan panggilan Didik dan di belakang ditambah nama ayahnya, Rachbini.
Dia menikmati masa kecil dan remajanya di Pemekasan, Madura dan Jember. Selain aktif bermain, dia juga cerdas dan rajin belajar. Sehingga dia selalu juara kelas. Ketika di SMP-SMA dia senang matematika. Dia pun bercita-cita jadi insinyur teknik sipil atau pertambangan. Namun, akhirnya dia tidak memilih jurusan teknik sipil dan  pertambangan itu ketika masuk perguruan tinggi. Dia malah kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus S1 tahun 1983.
Didik kemudian melanjutkan program Studi Pembangunan, di Central Luzon State University, Filipina, pada 1988. Dia melanjutkan program S3-nya di Universitas yang sama dan lulus pada 1991.
Karirnya di kancah politik dimulai setelah Didik menjabat sebagai anggota Majelis Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Berkat aktivitasnya di ICMI, Didik diangkat menjadi Anggota MPR Utusan Golongan pada 1998. Mantan aktivis HMI ini bergabung dengan Partai Amanat Nasional mulai 1999 sebagai anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP), sebelum menjadi Ketua DPP Partai Amanat Nasional (2000-2005).
Pada Pemilu 2004, Didik terpilih menjadi anggota DPR mewakili daerah pemilihan Batu dan Malang, Jawa Timur dan kembali terpilih sebagai anggota legislatif pada pemilu 2009 dari daerah pemilihan Depok.
Sebelum terjun ke politik, Didik adalah akademisi. Dia tercatat sebagai Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Dosen IPB, dosen Universitas Nasional, pernah menjadi Pembantu Rektor I, Universitas Mercu Buana Jakarta, pendiri dan pengajar di Universitas Paramadina Mulya, dan dosen Program Magister Manajemen UI dan MPKP UI.
Selain mengajar di Universitas Indonesia, Prof. Rachbini mengajar di program Pasca Sarjana, Universitas Mercu Buana dan Departemen Ilmu Administrasi, FISIP UI (pasca sarjana).  Pengalamannya cukup banyak  dalam memimpin di lembaga pemerintahan maupun non-pemerintahan, seperti Direktur sekaligus pendiri INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) 1995-2000; Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana 1995-1997; Wakil Rektor Universitas Mercu Buana 1997-2004; anggota MPR RI 1998-1999; Tim Ahli MPR RI untuk Amandemen UUD 1945 bidang ekonomi 1999-2004; anggota KPPU 2000-2004; Anggota DPR RI 2004-2009; Wakil Ketua Yayasan Menara Bhakti (Universitas Mercu Buana) 2005-2010;  Ketua Komisi VI DPR RI 2005-2007 bidang Industri, Perdagangan, BUMN dan Penanaman Modal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI bidang Pendidikan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga; Ketua Umum Yayasan Paramadina (Universitas) 2005-sekarang; Ketua Majelis Wali Amanat IPB 2007-sekarang; Dewan Penyantun Universitas Pancasila 2008-sekarang; Ketua LP3E (Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi) KADIN 2011-sekarang.

BACA PASANGAN LAIN Biodata Profil Alex Noerdin dan Nono Sampono

Sumber : http://mediaakarrumput.org dan http://kammijakarta.or.id

Read more ...

Sabtu, 19 Mei 2012

Biodata Profil Alex Noerdin dan Nono Sampono


Biografi Biodata dan Profil Alex Noerdin dan Profil Nono Sampono. Berikut adalah pasangan cagub DKI jakarta, silahkan sedikit informasi mengenai Mereka berdua Alex Noerdin dan Nono Sampono untuk menjadi salah satu pilihan anda dalam menentukan pemimpin DKI jakarta supaya lebih baik lagi dan tidak ada banjir juga tidak mancet supaya jakarta jadi lebih baik lagi untuk Indonesia.
Alex Noerdin dan Nono Sampono

Biodata Alex Noerdin
Alex Noerdin (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 9 September 1950; umur 61 tahun) adalah Gubernur Sumatera Selatan sejak 7 November 2008. Sebelumnya ia menjabat Bupati Musi Banyuasin selama 2 periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007-2012). Pada tanggal 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumatera Sumatera Selatan dalam Pilkada Sumatera Selatan periode 2008-2013.
Berdasarkan riwayat pendidikannya, pria peraih dua gelar sarjana (S1) yakni masing-masing dari Universitas Triksakti (1980) dan Universitas Atmajaya (1981) ini, tergolong sebagai sosok yang sukses dalam mengenyam pendidikan. Bahkan memiliki motivasi belajar yang tinggi meski harus menimba ilmu hingga ke luar negeri.
Alex Noerdin dikenal masyarakat luas sebagai pemimpin yang memiliki kesuksesan di berbagai bidang kehidupan. Kesuksesan yang diraih meliputi bidang pendidikan, organisasi, dan kepemerintahan. Kesuksesan ini tercermin dari rekam jejak kehidupannya selama ini.
Di bidang organisasi, sejak dulu hingga sekarang, sosok yang kini tengah menjabat Ketua Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas / FKDPM (2006-2009) ini terkenal sebagai figur yang sangat aktif dan sukses dalam memimpin berbagai jenis organisasi. Baik organisasi kepemudaan / kemasyarakatan, organisasi keolahragaan, maupun organisasi politik.
Sementara dalam organisasi politik, sebelum diamanahi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Propinsi Sumatera Selatan (2004-2009), Alex pernah menjadi Juru Kampanye dan Pengajar Karakterdes Golkar Kodya Palembang (1982) dan Wakil Sekretaris DPD Golkar Kodya Palembang (1988).
Bahkan, karena dinilai berhasil menjalankan amanah sebagai Bupati dalam memajukan dan mensejahterahkan masyarakat Musi Banyusin, melalui Pilkada Langsung tahun 2006, Beliau kembali terpilih sebagai Bupati untuk memimpin dan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin untuk periode tahun 2007-2012. Pada tahun 2008 Ia mengikuti pemilihan gubernur Sumatra Selatan dan meraih kemenangan.
Bukti kongkrit keberhasilan kepemimpinan sebagai Kepala Daerah terlihat dari banyaknya penghargaan dan tanda jasa yang diterima dari pemerintah pusat, lembaga independen, dan masyarakat dalam sektor pemerintahan, organisasi, sosial dan budaya.

Biodata Nono Sampono
Letnan Jenderal (Marinir) Nono Sampono, S.Pi, M.Si lahir di Bangkalan, Madura 1 Maret 1953, umur 59 tahun. Mantan Danpaspampres di era Presiden Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri ini menyadari bahwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak semulus jalan tol. Pasti ada kerikil-kerikil cobaan yang datang silih berganti.
Dengan bijak dia menyikapi bahwa cobaan itu datang bukan hanya di kala merasakan kesulitan dan kesusahan semata, tetapi juga di saat bergelimang kesenangan. Dia pun menyadari kalau semua itu merupakan bagian dari skenario yang datang dari sang Khalik.
Sebagian besar kerirnya dihabiskan di dunia militer. Selain menjadi jenderal berbintang tiga, sejumlah jabatan penting pun pernah dijabat ayah dari Agustini Moerdiana, Taufik Bagus Moerdianto, dan Sheila Destaria Moerdianti ini. Di antaranya Komandan Korps Marinir, Komandan Paspampres, Gubernur Akademi Angkatan Laut, Inspektur Jenderal TNI AL dan Komandan Jenderal Akademi TNI.
Visi dan misi Nono maju sebagai calon wakil gubernur Jakarta adalah membangun Ibukota menjadi lebih baik: lebih maju, lebih tertib, lebih aman, dan damai. Untuk tujuan ini Nono fokus pada persoalan pokok Jakarta yakni macet banjir, penumpukan sampah, kemiskinan warga, keamanan, dan pertahanan Jakarta sebagai kota metropolitan, serta berbagai ancaman budaya asing.

Sumber : http://mediaakarrumput.org dan http://kammijakarta.or.id

TAG: pemain film xiao-xiao biografi muhammad iqbal biodata kikiazahri agama lee min ho biodata agnes monica foto ratna kharisma adzana biografi nikita willy lengkap anak agung bagus perwira karang ajun biografi super 7 profil febiola novita ratna karisma personil lollipop
Read more ...

Selasa, 08 Mei 2012

Biografi Biodata Anas Urbaningrum


Biografi Anas Urbaningrum, Profil Anas Urbaningrum dan Biodata Anas Urbaningrum Pastinya saat ini dia adalah tokoh yang paling kontrofersial karena namanya sering disebut sebut oleh nazarudin yang tersandung dengan kasus korupsi wisma atlet nahhh untuk lebih mengenalnya berikut sedikit saja Informasi mengenai Anas Urbaningrum, sebelumnya marikita lihat apa saja yang dia perbuat di Indonesia Ini.

Nama: Anas Urbaningrum

Tanggal Lahir: 15 Juli 1969
Tempat Lahir: Blitar, Jawa Timur,
Agama: Islam

Pekerjaan: Anggota DPR RI

Jabatan: Ketua Umum Partai Demokrat 2010-2015

Istri: Athiyyah Laila

Anak :   
Akmal Naseery
Aqeela Nawal Fathina
Aqeel Najih Enayat
Aisara Najma Waleefa


Pendidikan: 

  • Sarjana Ilmu Politik Universitas Airlangga  tahun 1992
  • Magister Sains Ilmu Politik UI  tahun 2000
  • Program doktor di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Pemilu, dalam pandangan Ketua DPP Partai Demokrat, mantan Ketua Umum PB HMI periode 1997 1999 dan mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini adalah sebuah kompetisi berbagai kekuatan politik. Karena Pemilu harus membuka peluang terjadinya kompetisi yang fair dan transparan.


Maksudnya, masing masing kontestan Pemilu memiliki kesempatan dan peluang yang sama, untuk mengekspresikan ideologi politik masing masing. Melalui mekanisme itu akan terjadi proses belajar antara satu kontestan dengan kontestan yang lain, serta terbangun pluralisme politik. "Rakyat yang akhirnya akan memberikan penilaian. Sebab rakyatlah juri yang paling adil," kata mantan Ketua Umum PB HMI periode 1997 1999 ini.

Jangan mengaitkan usia dengan karier atau jabatan," ujar Drs. Anas Urbaningrum, MA. singkat. Laki laki kelahiran Blitar, 32 tahun yang lalu ini, tercatat sebagai anggota paling muda di antara sebelas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Anas memang dikenal sebagai figur yang cerdas dan berpenampilan kalem. Walau kalem, dalam berbagai forum ia bisa galak. Kolomnis sejumlah media dan Direktur Komunitas untuk Transformasi Sosial (Katalis), ini juga piawai beretorika baik lisan maupun tulisan, suatu hal yang jarang ditemukan pada orang seusianya.

Sejak SD hingga perguruan tinggi, ia selalu juara. Mahasiswa Teladan dan lulusan terbaik Universitas Airlangga ini, juga dikenal aktif berorganisasi sejak SMP. Saat sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kunir, Blitar ia tercatat sebagai Sekretaris OSIS. Lalu menjadi Pengurus OSIS SMA Negeri Srengat, Blitar.
Dari OSIS, Anas melangkah lebih jauh, memimpin organisasi kemahasiswaan berskala nasional: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Anas adalah Ketua Umum PB HMI periode 1997 1999.

Sebelum terpilih menjadi anggota KPU, Anas sempat pula berkantor di tempat yang sama tahun 1999. la saat itu sebagai anggota Tim Persiapan Pembentukan KPU sekaligus anggota Tim Verifikasi Partai Politik Peserta Pemilu, yang dikenal pula dengan sebutan Tim Sebelas. Alumni Pasca Sarjana UI ini, juga tercatat sebagai anggota Tim Revisi Paket Undang Undang Politik yang dibentuk Departemen Dalam Negeri.

Sekarang Anas Menjabat Anggota DPR RI  dan Sekaligus sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2010-2015.


Riwayat pekerjaan

    * Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat 2010-2015
    * Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Periode 2009-2014
    * Pimpinan Kolektif Nasional KAHMI, 2009
    * Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, 2006-sekarang
    * Ketua DPP Partai Demokrat, 2005-sekarang
    * Anggota KPU Periode 2001-2005
    * Anggota Tim Seleksi Parpol Peserta pemilu 1999 (tim 11), 1999
    * Anggota Tim Revisi UU Politik (tim 7), 1998
    * Ketua Umum PB HMI Periode 1997-1999

Buku dan karya ilmiah
1. Bukan Sekadar Presiden, 2009
2. Takdir Demokrasi, 2009
3. Menjemput Pemilu 2009, Jakarta : Yayasan Politika, 2008
4. Melamar Demokrasi, Jakarta : Republika, 2004
5. Islamo-demokrasi : Pemikiran Nurcholish Madjid, Jakarta : Republika, 2004
6. Pemilu Orang Biasa, Jakarta : Republika, 2004
7. Ranjau-Ranjau Reformasi : Potret Konflik Politik Pasca Jatuhnya Soeharto, Jakarta : Raja   Grafindo Persada, 1999.
8. Jangan Mati Reformasi, Jakarta : Yayasan Cita Mandiri Indonesia, 1999.
9. Menuju Masyarakat Madani : Pilar dan Agenda Pembaruan, Jakarta : Yarsif Watampone, 1997.

Referensi: tokohindonesia.com dan id.wikipedia.com

TAG: feby blink 7 icons foto febby blink biodata shireen sungkar katy perr biodata miss a: biodata marzuki ali putih abu abu biodata jessica iskandar armada raisa andriana biografi biografi lee min ho irish bella
Read more ...

Rabu, 25 April 2012

Biografi Biodata dan Profil Arya Bima


Biografi Biodata dan Profil Arya Bima. Biodata Profil Arya Bima Anggota Komisi VI DPR - silahkan untuk MElihat sedikit informasi yang lagi banyak dibicarakan saat ini mengenai Biodata Arya Bima Anggota Komisi VI DPR, sebelumnya berbagi Biodata Karolin Margret Natasa.
 

Biodata Arya Bima Anggota Komisi VI DPR - Arya Bima adalah sosok yang katanya menurut kabar yang beredar di media online adalah seorang angota DPR RI yang akan kita bahas Biodata Arya Bima Anggota Komisi VI DPR secara lengkap KArena KAsus Video yang Tidak senono. Nama anggota DPR RI komisi VI yang juga sangat aktif di berbagai rapat pemerintahan. Aria Bima disebut-sebut terserat kasus video yang Tidak pantas untuk anggota DPR bersama koleganya Karolin Magret Natasa. Pasalnya Pria di video mesum itu mirip anggota Komisi VI DPR tersebut menyerat nama Aria Bima. Siapakah Aria Bima? Mari kita lihat Profil Arya Bima secara lebih lengkap di bawah ini:


Biodata Profil Arya Bima Anggota Komisi VI DPR
Biodata Profil Arya Bima Anggota Komisi VI DPR

Nama Lengkap : ARIA BIMA
No. Anggota: A-362
Tempat Lahir: Semarang
Tanggal Lahir: 29 May 1965
Jenis Kelamin: Pria
Komisi: VI
Dapil: Jateng V
Jabatan di Fraksi: Anggota
Jabatan di DPR-RI: Wakil Ketua Komisi VI (BUMN, Perdagangan, Industri, Koperasi & UMKM)
Pansus: Ketua Panja Gula
Jabatan di MPR-RI: Anggota

Demikian informasi Biodata Arya Bima Anggota Komisi VI DPR semoga bermanfaat buat anda semuanya.
Read more ...

Selasa, 24 April 2012

Profil Biodata Foto Karolin Margret Natasa


Biografi Biodata dan Profil Karolin Margret Natasa.siapakah dia yang sekarang lagi heboh dan berikut sedikit informasi ytentang dirinya semoga bermanfaat untuk agan dalam mengikuti berita terkini mengenai biodata Karolin Margret Natasa

Siapakah Karolin Margret Natasa | Profil Biodata Foto
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgurFiI0bq_0ZHhce1UHSzcbDdcHSs0Z6XgZLrkOo8Q-FqRuSKi_QQjP2idVTsaOjWfo6RvJzxYx0s0szKPpxO5AkZL3bXQajoV0QzbKwHBfhtySvmgaPxDryFnaS-6iC8kEMDXudp7c1vk/s1600/Karolin+Margret+Natasa.jpg
Siapakah Karolin Margret Natasa | Profil Biodata Foto - Heboh isu video porno anggota DPR, menyeret nama Karolin Margret Natasa. Pasalnya, wanita di video mesum itu mirip anggota Komisi IX DPR tersebut. Siapakah Karolin Margret Natasa?


Profil Karolin Margret Natasa:

Nama Lengkap : KAROLIN MARGRET NATASA, Dr.
No. Anggota: A-397
Tempat Lahir: Mempawah
Tanggal Lahir: 12 March 1982
Jenis Kelamin: Wanita
Komisi: IX
Dapil: Kalbar
Jabatan di Fraksi: Anggota
Jabatan di DPR-RI: Anggota
Alat Kelengkapan: Badan Musyawarah
Jabatan di MPR-RI: Anggota
Jabatan di Partai: Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan KALBAR

Sumber: medianesia.com


sumber referensi:

Read more ...

Biografi Biodata dan Profil Karl Max


Biografi Biodata dan Profil Karl Max. Blog tempatnya mengenal Tokoh dan Orang terkenal Di dunia. untuk menambah Ilmu pengetahuan kita juga memotivasi diri untuk mengambil sisi Positive dari seorang Karl Max Tokoh dunia di bidang Politik Berikut adalah Biodata Karl Max

Biografi Karl Max. Karl Max lahir di Trier, Prusia, 5 Mei 1818. ayahnya, seorang pengacara, menafkai keluarganya dengan relatif baik, khas kehidupan kelas menengah. Orang tuanya adalah dari pendeta yahudi (rabbi).

Tetapi, karena alasan bisnis ayahnya menjadi penganut ajaran Luther ketika Karl Marx masih sangat muda. Tahun 1841 Marx menerima gelar doktor filsafat dari Universitas Berlin, Universitas yang sangat di pengaruhi oleh Hegel dan guru - guru muda penganut filsafat Hegel, tetapi berpikir Kritis. Gelar doktor Marx di dapat dari kajian filsafat yang membosankan, tetapi kajian itu mendahului berbagai gagasannya yang muncul kemudian.

Setelah tamat ia menjadi penulis untuk sebuah koran liberal radikal dan dalam tempo 10 bulan ia menjadi editor kepala koran itu. Tetapi,..karena pendirian politiknya, koran itu kemudian di tutup pemerintah.

Esai � esai awal yang di terbitkan dalam periode mulai mencerminkan sebuah pendirian yang membiumbing Marx sepanjang hidupnya.

Esai-esai tulisan Marx itu secara bebas di taburi prinsip-prinsip demokrasi , ia menolak keabstrakat filsafat hegelian, mimpi naif komunis utopiadan gagasan aktivis yang mendesak apa yang ia anggap sebagai tindakan politik prematur. Dalam menolak gagasn aktivis ini Marx meletakkan landasan bagi gagasan hidup sendiri.

Upaya praktis, bahkan dalam mengarahkan massa sekalipun, akan di jawab dengan meriam saat upaya itu di anggap berbah. tetapi, gagasan yang dapat mengarahkan intelektual kita dan yang menaklukkan keyakinan kita, gagasan yang dapat membekukan kita, merupakan belenggu � belenggu di mana seorang hanya bisa lepas darinya dengan mengorbankan nyawanya; gagasan-gagasan itu seperti setan sehingga orang hanya dapat mengatasinya dengna menyerah kepada Marx (Marx, 1842/1977;20)

Marx menikah pada 1843 dan tak lama kemudian ia terpaksa meninggalkan jerman untuk dapt suasana yang lebih libaral di Paris. Di Paris ia bergualat dengan gagasan Hegel dan pendukungnya, tetapi ia juga menghadapi dua kumpulan gagasan baru � sosialisme Prancis dan politik Ekonomi Inggris.

Dengan cara yang unik dia menggabungkan hegelian, sosialisme dan ekonomi politik yang kemudian menentuka orientasi intelektualnya. Hal yang sangat penting pula adalah pertemuannya dengan orang yang kemudian menjadi teman seumur hidupnya, donatur dan kolabolatornyayakni Fredrich Engels (Carver, 1983) Engels anak penguasa pabrik tekstil menjadi seorang sosialis yang mengkritik kondisis kehidupan yang di hadapi kelas buruh. Banyak di antara rasa kasihan Marx kesengsaraan kelas buruh berasal dari paparannya kepada Engels dan gagasannya sendiri.

Tahun 1844 Marx dan Engels mengadakan diskusi panjang di sebuah Caf� terkenal di Paris dan meletakkan landasan kerja untuk bersahabat seumur hidup. Mengenai diskusi itu Engels berkata �kesepakatan lengkap kami dalam dalam semua budang teori menjadi nyata dan perjanjian kerja sama kami mulai sejak itu�(McLellan, 1993:131) di tahun berikutnya Engels menerbitkan karya the condition Of The Working Class in England. Selama periode itu Marx menerbitkan sejumlah karya yang sangat sukar di pahami (kebenyakan belum di terbitkan semasa hidupnya) termasuk the Holy Family dan The German ideology (di tulis bersama Engels)dan ia pun menulis the economic and philosophic manuscripts 1844 yang menandakan perhatiannya terhadap bidang ekonomi main meningkat.

Meski Marx dan Engels mempunya orientasi teoritis yang sama, namun ada juga beberapa perbedaan di antara mereka. Marx cenderung menjadi seorang intelektual teoritis yang kurang teratur dan sangat berorientasi kepada keluarga.

Engels adalah pemikir praktis, rapi dan pengusaha teratur dan orang yang tak percaya pada lembaga keluarga. Meski mereka berbeda, Marx dan Engels menempa kerja sama yang akrab sehingga mereka berkolabirasi menulis buku dan artikel dan bekerja sama dalam organisasi radikal, dan bahkan Engels membantu membiayai Marx selama sisa hidupnya sehingga memungkinkan marx mencurahklan perhatiannya pada kegiatan intelektual dan politiknya.

Meski ada asosiasi erat antara nama Marx dan Engels, namun Engels menjelaskan bahwa ia teman junior;

Marx mampu berkarya sangat baik tanpa aku. Aku tidak pernah mencapai prestasi seperti yang di capai Marx. Pemahaman Marx lebih tinggi, pengalamannya lebih jauh dan pandangannya lebih luas serta cepat ketimbang aku. Marx adlah jenius(Engels, di kutip dalam McLellan,1973;131-132)

Banyak yang percaya bahwa Engels gagal memahami berbagai seluk beluk Marx. Setelah Marx meninggal, Engels menjadi juru bicara utama bagi teori marxian dan dalam berbagai cara menyimpangkan dan terlalu menyerderhanakannya, meski ia tetap setia terhadap perspektif politik yang ia tempa bersama Marx.

Karena beberapa tulisannya telah menggangu pemerintahan prusia, pemerintah perancis(atas permohonan prusia)mengusir Marx tahun 1845 dan karenanya Marx pindah ke Brussel. Radikelismenya meninggkat dan ia menjadi anggota aktif di bidang gerakan revolusioner internasional.

Ia pun bergabung dengan liga komunis dan bersama Engels diminta menulis anggaran dasar liga itu, hasilnya adalah manifestor komunis 1848, sebuah karya besar yang di tandai oleh slogan-slogan politik yang termasyur (misalnya �kaum burh seluruh dunia bersatulah�!!).

Tahun 1849 ia pindah ke london dan, mengingat kegagalan revolusi politik tahun 1848, ia menarik diri dari aktivitas revolusioner dan beralis ke kegiatan rsiset yang lebih rinci tentang peran sistem ka[pitalis. Study ini akhirnya menghasilkan tiga jilid buku das kapital.jilid pertama di terbitkan tahun 1867;

kedua jilid yang lainya di terbitkan sesudah ia meninggal. Selama riset dan menulis itu ia hidup dalam kemiskinan, membiayai hidupnya secara sederhana dari honorarium tulisannya dan bantuan dana dari Engels. Tahun 1864 Marx terlibat kembali dalam kegiatan politik, bergabung dengan �The Internasional�, sebuah gerakan buruh internasio nal. Ia segera menonjol dalam gerakan itu dan mencurahkan perhatian selama beberapa tahun untuk gerakan itu.

Ia mulai mendapat popularitas, baik sebagai pimpinan internasional maupun sebagai penulis des kapital. Perpecahan gerakan internasional tahun 1876, kegagalan dari berbagai gerakan revolusioner dan penyakit � penyakit, akhirnya membuat Marx ambruk. Istrinya wafat tahun 1881 dan anak perempuannya tahun 1882 dan Marx sendiri wafat di tahun 1883.

sumber referensi:
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-karl-max.html
http://nataebiografiteacher.blogspot.com/2007/09/karl-marx.html
Read more ...

Rabu, 28 Maret 2012

Biodata Biografi Andi Mallarangeng


Terima kasih semoga Biografi Biodata dan Profil Andi Mallarangeng. Blog tempatnya mengenal Tokoh dan Orang terkenal Di dunia. untuk menambah Ilmu pengetahuan kita juga memotivasi diri untuk mengambil sisi Positive dari seorang Tokoh dunia Berikut adalah Andi Mallarangeng Politisi Indonesia

Biografi Andi Mallarangeng, Biodata Andi Mallarangeng dan Profil Andi Mallarangeng

Nama Lengkap: Andi Alifian Mallarangeng
Nama Populer: Andi Mallarangeng
Tanggal Lahir: 14 Maret  1963
Tempat Lahir: Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Agama: Islam
Pekerjaan: Menpora (2009-2014)

Ayah: Andi Mallarangeng Sr. (1936-1972)
Ibu: Andi Asni Patoppoi

Istri: Vitri Cahyaningsih

Anak     
  • Gemilang Mallarangeng
  • Gemintang Kejora Mallarangeng
  • Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng
Almamater : Universitas Gajah Mada, Northern Illinois University


Andi Mallarangeng lahir pada tanggal 14 Maret  1963 di Makassar, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan  seorang pengamat politik Indonesia  yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Andi Mallarangeng  pernah menjabat sebagai juru bicara kepresidenan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2004-2009.

Pak Andi menyelasaikan Study S1  di Fisipol Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun 1986,  meraih gelar Doctor of Philisophy di bidang ilmu politik dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997. Di Universitas itu pula, Beliau meraih gelar Master of Science di bidang sosiologi.


Ketika saat menjadi mahasiswa Fisipol UGM, Beliau mengikuti jejak ayahnya, Dia bercita-cita menjadi dosen. Cita-cita ini akhirnya tercapai dengan menjadi dosen di Universitas Hasanuddin (1988-1999) dan di Institut Ilmu Pemerintahan (1999-2002). Tetapi ketika pemerintahan Orde Baru Jatuh dan munculnya tuntutan reformasi, mengharuskan penataan ulang sistem politik dan sistem pemerintahan di Indonesia, yang didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi dan desentralisasi. Sebagai Doktor Ilmu Politik baru dengan disertai tentang Contextual Analysis on Indonesian Electoral Behavior, Pak Andi Malarangeng diminta menjadi anggota Tim Tujuh (1998-1999) yang dipimpin oleh Prof. DR. Ryaas Rasyid, untuk merumuskan paket Undang-undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu demokratis pertama di era reformasi.

Keikutsertaannya Beliau dalam gerakan reformasi menjadikannya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), wakil pemerintah, yang menyelenggarakan pemilu demokratis pertama pada tahun 1999. Dengan dibentuknya Kementerian Otonomi Daerah dalam pemerintah era reformasi, Andi mengundurkan diri dari KPU dan bergabung sebagai staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000). Namun Kementerian itu dibubarkan. Ia kemudian bekerja mengembangkan ide tata pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada Partnership for Govermance Reform in Indonesia (2000-2002). Beliau pernah mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid pada tahun 2002, namun keluar dua tahun kemudian. Sejak bulan Oktober 2004, Andi Mallarangeng berhenti menjadi dosen,  Beliau ditunjuk sebagai Juru Bicara Kepresidenan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak itu, mantan aktivis mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Islam dan Senat Mahasiswa ini pun berhenti sementara menjadi pengamat dan komentator politik. Bagi Beliau tugas sebagai Juru Bicara Kepresidenan merupakan suatu kehormatan yang menuntut seluruh waktu dan perhatiannya.


Di saat kampanye Pemilihan Presiden 2009 yang lalu, komentar Andi Mallarangeng yang intinya ditujukan kepada Calon Presiden asal Sulawesi Selatan, Jusuf Kalla mengenai orang Sulawesi Selatan masih belum siap jadi Presiden dinilai telah mengurangi jumlah suara yang diraih oleh Susilo Bambang Yudhoyono di Propinsi Sulawesi Selatan secara signifikan.

Saat ini Beliau terpilih sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia ke-10, menggantikan Bapak Adhyaksa Dault.


sumber referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Andi_Mallarangeng
Read more ...

Biografi biodata Marzuki Ali


Terima kasih semoga Biografi Biodata dan Profil Marzuki Ali. Blog tempatnya mengenal Tokoh dan Orang terkenal Di dunia. untuk menambah Ilmu pengetahuan kita juga memotivasi diri untuk mengambil sisi Positive dariseorang Tokoh dunia
Biografi Marzuki Ali, Profil Marzuki Ali dan Biodata Marzuki Ali

Nama Lengkap: Dr. H. Marzuki Alie, SE.MM
Tanggal Lahir: 6 November 1955
Tempat Lahir: Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Jenis Kelamin: Laki-laki
Agama: Islam

Istri: Hj.Asmawati SE.MM

Jabatan: Ketua DPR RI (periode 2009-2014)

Marzuki Ali lahir pada tanggal 6 November 1955 di Palembang Sumatera Selatan. Beliau merupakan Anggota DPR RI sekaligus sebagai ketua menggantikan Bapak Agung Laksono pada periode (2009-2014). Kiprah Beliu di Dunia politik termasuk masih baru, awalnya beliau adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Keuangan, pada 1975-1999 sampai pada posisi eselon I.


Pada Tahun 2003 Marzuki Ali bersentuhan dengan dunia politik. Beliau mulai melakukan survei terhadap parpol, menjajaki kemungkinan untuk bergabung dengan tekad untuk memperbaiki citra partai politik. Akhirnya ia memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat, yang pendiriannya digagas oleh Susilo Bambang Yudhoyono. Sosok SBY yang santun, jujur, dan adil, menginspirasi Marzuki Alie, dan memantapkan pilihannya.


Lulusan Fakultas Ekonomi, dan Magister Manajemen, Universitas Sriwijaya, Palembang inipun akhirnya terpilih sebagai Ketua DPR RI Periode 2009-20014 melaui persaingan yang cukup ketat.


Riwayat Pendidikan Marzuki Ali:
  • PhD Program di Universiti Utara Malaysia, Sintokh, Kedah Malaysia, �Marketing Politic� 2003
  • Magister Manajemen UNSRI, Palembang.  �Corporate Finance� Berijazah
  • Fakultas Ekonomi UNSRI, Palembang, �Production Management� Berijazah
  • SMA Xaverius I Palembang, jurusan IPA Berijazah
  • SMP Negeri IV Palembang Berijazah
  • SD Negeri 36 Palembang  Berijazah


Riwayat Pekerjaan  :
  • Ketua DPR RI (2009-2014)
  • Komisaris Utama Group usaha PT.Global Perkasa Investindo    2006
  • Direktur Komersiil PT.Semen Baturaja (Persero) Palembang    1999 - 2006.
  • PT.Semen Baturaja (Persero) Palembang, Baturaja, Lampung,Jakarta
  • Ka.Departemen Keuangan/ Ka.N.Teknik proyek OPT II,     eselon I    1997 - 1999
  • Ka.Biro Pemasaran   eselon II    1996 - 1997
  • Ka.Biro Akuntansi     eselon II    1991 - 1996
  • Ka.Biro Anggaran dan Analisa Keuangan    eselon II    1987 - 1991
  • Ka.Biro Umum merangkap staf Keu dan Logistik    eselon II    1986 - 1987
  • Staf Direktur Finansiil dan Ekonomi    eselon III    1985 - 1986
  • Ka.Bagian Pemeriksaan pd  Satuan Pengawasan Internal    eselon III    1983 - 1985
  • Staf Akuntansi    eselon IV    1980 � 1983
  • Ka. Proyek Bid. Non Teknik  Proyek  Optimalisasi �II      1995 � 1999
  • Ka. Umum & Logistik  Proyek Optimalisasi -I    1992 � 1994
  • Ka.Proyek �Computer system Development� Intergrated system    1992 � 1993
  • Pegawai Negeri Sipil di KPN, Departemen Keuangan RI  Palembang    1979 � 1980
  • Pegawai Negeri Sipil di Ditjen Aanggaran,  Dep.Keuangan RI Jakarta     1975 � 1979

sumber referensi: http://profiltokohmasyarakat.blogspot.com/2009/10/marzuki-alie-wong-palembang-dan-citra.html
Read more ...

Rabu, 21 Maret 2012

Biografi profil Ruhut Sitompul


Terima kasih semoga Biografi Biodata dan Profil Ruhut Sitompul . Memberikan manfaat untuk anda dalam mengenal lebih banyak tokoh di dunia, dan memberi suntikan motivasi diri kepada kita untuk selalu jadi lebih baik, Tokoh politik Ruhut Sitompul

Biografi profil ruhut sitompul
Ruhut Sitompul.jpgRuhut adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean. Ia menyelesaikan pendidikan akademiknya di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1979. Ia termasuk sosok pengacara yang siap menangani kasus-kasus yang berbau kontroversial dan kurang populer di masyarakat. Salah satunya adalah bersama-sama dengan pengacara Hotma Sitompul, menjadi pengacara Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung, dan juga sejumlah yayasan milik mantan Presiden Soeharto saat semua orang menghujat Orde Baru.

Meski demikian, tak dapat dipungkiri nama Ruhut terkenal sejak dia bermain sebagai tokoh pongah Poltak yang mengaku Raja Minyak dari Tarutung di sinetron Gerhana. Keterlibatan Ruhut dalam sinetron ini berawal dari ketidaksengajaan saat membaca skenario Gerhana produksi StarVision. Ruhut memang telah lama menjadi pengacara StarVision. Meski awalnya hanya dirancang untuk tampil sampai episode ke-13, namun penampilan Ruhut sebagai Bang Poltak sangat digemari pemirsa. Maka berlanjutlah perannya sampai puluhan episode berikutnya. Selain Gerhana, Ruhut juga membintangi Anak Ibuku, Taman Mertua Indah, dan James Bono. Selain itu, Ruhut juga kerap menjadi bintang tamu di banyak program humor dari Ngelaba, Asep Show, sampai Ketoprak Humor.

Kontroversi

Skandal perselingkuhan

Pada 1 Februari 2008, beberapa media memberitakan bahwa Ruhut memiliki hubungan dengan seorang perempuan bernama Diana Lupita alias Diana Leovita. Suami Anna Rudhiantiana Legawati itu melakukan perselingkuhan dengan wanita yang telah bersuami dan memiliki anak. Kabarnya, mereka telah tinggal bersama di sebuah apartemen di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, selama beberapa bulan.

Isu rasisme

Dalam Pemilu 2009, Ruhut yang bergabung sebagai Koordinator Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono - Budiono melontarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah debat tim sukses. Hadir juga sebagai pembicara pada saat itu, Permadi mewakili Tim Sukses Jusuf Kalla - Wiranto dan Fuad Bawazier mewakili Tim Sukses Megawati - Prabowo. Pada kesempatan itu Ruhut melontarkan pernyataan bahwa "Arab tidak pernah membantu Indonesia". Hal ini menimbulkan kecaman dan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan keturunan Arab dan juga dari kalangan Islam.
Pada 3 Juni 2009, Front Pembela Islam (FPI), sebuah organisasi Islam, menyatakan akan menangkap Ruhut Sitompul atas pernyataanya yang telah menyinggung etnis Arab, bila Kepolisian Indonesia tidak menanggapi permintaan Forum Keturunan Arab Indonesia (FOKARI) yang sebelumnya juga sudah meminta polisi untuk menangkap Ruhut.
Atas kejadian ini, Ruhut mendapatkan teguran dari Partai Demokrat, dan kemudian dengan secara pribadi dan atas nama Partai Demokrat menyatakan maaf atas pernyataannya tersebut. Kasus ini tidak berlanjut hingga ke jenjang pengadilan.
Isu rasistis kembali menimpa Ruhut dalam diskusi "Angket Century SBY Jatuh" yang digelar Forum Umat Islam di Wisma Darmala Sakti, Jakarta. Dalam diskusi tersebut, ia menyebutkan:
� Kasus yang seperti begini dari dulu sudah ada. Sejak zaman Megawati sudah ada, waktu itu Sri Mulyani-nya (maksudnya Menkeu) Si Cina, Kwik Kian Gie. �
Salah seorang peserta diskusi, Adi, meminta pencabutan kata-kata tentang etnis tersebut, namun Ruhut akhirnya keluar meninggalkan ruangan.

Pernyataan yang dianggap tidak pantas

Pada 20 November 2009, Ruhut mengeluarkan pernyataan merelakan kupingnya dipotong jika dana bailout Rp 6,7 triliun Bank Century mengalir ke Partai Demokrat dan Presiden SBY.
� Tidak ada kaitannya SBY dan Demokrat dengan aliran dana Bank Century. Kalau ada, potong kuping Ruhut Sitompul �
Berdekatan dengan pernyataan itu, Ruhut juga menyatakan lehernya siap ditebas pedang jika putra kesayangan SBY, Edhie Baskoro (Ibas) juga menikmati 'uang haram' Kasus Bank Century.
� Kalau Ibas terima Rp 500 Miliar, potong leher saya �
Mantan politisi Golkar ini kembali merelakan lehernya ditebas jika Ketua Pansus Hak Angket Century tidak diduduki oleh Idrus Marham, pendatang baru di Hak Angket Century.
� Nggak mungkin oposisi (jadi ketua Pansus). Potong Leher saya. Ya buat apa dong koalisi. Ini kan kasihan rakyat. Ini hanya sinetron politik �

Pada 20 Desember 2009, Ruhut kembali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial bahwa ia rela dirajam jika Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir bila dipanggil oleh Panitia Khusus (Pansus) Bank Century.
� Saya akan menjamin saat Boedi dipanggil tidak datang, Sri Mulyani tidak datang saat dipanggil. Teman-teman bisa panggil saya keluar, rajam saya, cabut nyawa saya �
Ruhut mengaku Partai Demokrat dirugikan. Menurutnya, nama putra bungsu Presiden SBY, Edhie Baskoro, Joko Suyanto, Trio Mallarangeng (Andi, Rizal dan Choel) difitnah menerima duit panas Century.
Pada Pansus Century 6 Januari 2010, Ruhut Sitompul berseteru dengan Gayus Lumbuun hingga kemudian dia menyebut Prof. Gayus sebagai "bangsat". Pernyataan yang dianggap kasar itu mengundang kontroversi.
Pada Pansus Bank Century Ruhut juga melukai hati etnis makasar khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya karena menyebut wakil presiden 2004-2009 M. Yusuf Kala dengan sebutan daeng.

Filmografi

  • Gerhana (1995)
  • Get Married 2 (2009)
  • Sajadah Ka'bah (2011)
referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Ruhut_Sitompul
Read more ...
bola